Beras
organik merupakan beras yang ditanam dengan menggunakan teknik
pertanian organik, yaitu suatu teknik pertanian yang bersahabat dan
selaras dengan alam, berpijak pada kesuburan tanah sebagai kunci
keberhasilan produksi yang memperhatikan kemampuan alami dari tanah,
tanaman dan hewan untuk menghasilkan kualitas yang baik bagihasil
pertanian maupun lingkungan
Sedangkan beras non organik
merupakan beras yang ditanam dengan menggunakan teknik pertanian
anorganik, yaitu teknik pertanian konvensional yang membutuhkan
penggunaan varietas unggul, pupuk kimia dan pestisida. Penerapan teknik
pertanian anorganik atau konvensional membutuhkan biaya yang tinggi
untuk operasionalnya. Disamping itu, teknik pertanian ini memiliki
dampak negatif diantaranya keseimbangan lingkungan menjadi terganggu
seperti tercemarnya air, udara dan tanah oleh bahan-bahan kimia yang
digunakan, dan produk yang dihasilkan mengandung residu pestisida yang
sangat membahayakan.
Asosiasi Petani Padi Sehat Pemalang (APPSP); Melalui bincang-bincang bersama bapak.Haryono Endarto selaku pengurus , menuturkan Keunggulan beras organik dibandingkan dengan beras non organik beras organik relatif aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung residu bahan kimia, tekstur nasi dari beras organik lebih pulen, warna dan masa simpannya lebih baik dibandingkan dengan beras non organik, beras organik lebih mudah terurai/dicerna oleh tubuh. Sedangkan kandungan karbohidrat dan protein pada beras non organik tidak terurai/tidak mudah dicerna oleh tubuh.
Asosiasi Petani Padi Sehat Pemalang (APPSP); Melalui bincang-bincang bersama bapak.Haryono Endarto selaku pengurus , menuturkan Keunggulan beras organik dibandingkan dengan beras non organik beras organik relatif aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung residu bahan kimia, tekstur nasi dari beras organik lebih pulen, warna dan masa simpannya lebih baik dibandingkan dengan beras non organik, beras organik lebih mudah terurai/dicerna oleh tubuh. Sedangkan kandungan karbohidrat dan protein pada beras non organik tidak terurai/tidak mudah dicerna oleh tubuh.
Pentingnya mengkonsumsi beras organik untuk kesehatan beliau tularkan dengan mengajak petani sekitar untuk beralih tanam organik, dan sudah 50 hektar yang digarap dengan anggota gapoktan 150 orang. dalam kegiatan yang sudah berjalan empat tahun APPSP menghasilkan panen 7.5 Ton per hektar varietas bawor 9, hal ini menunjukan bahwa produksi organik lebih bagus dari pada padi non organik, Perbedaan teknik budi daya pada tanaman pangan secara umum juga akan memberikan perbedaan komposisi kandungan gizi hasil tanaman tersebut. Beras organik dan beras non organik dengan teknik budi daya yang berbedaakan memberikan perbedaan kandungan karbohidrat, protein, zat besi dan sifat organoleptik, serta jumlah panen yang diperoleh; imbuhnya.
Dari hasil panen yang begitu melimpah, APPSP mendapat pesanan beras organik dari pengusaha kalimantan sejumlah 3 kontainer atau sekitar 66 ton, pada bulan April 2015. ini yang akhirnya mendorong Dinas pertanian dan kehutanan kab.pemalang memfasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi produk.
Bapak.Nurul Azhar selaku koordinator PPL optimis bahwa pemalang bisa menjadi lumbung organik ,mengingat luas lahan sawah yang dimiliki masih cukup luas dengan 38.617 hektar. beliau mengapresiasi kegiatan APPSP yang mana melaui asosiasi ini diharapkan bisa memberikan banyak informasi tentang pangan sehat ,sesuai dengan visi pemalang ; menuju pemalang sehat.
Produk Pemalang Organik.
Sumber : Asosiasi Petani Padi Sehat Pemalang (APPSP)
